Feeds:
Posts
Comments

Eksplorasi Botani Hutan_2016

Eksplorasi botani hutan merupakan bagian dari kegiatan survey hutan yang bertujuan untuk menghimpun pengetahuan tentang flora pohon di hutan. Kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 1917 yang dipelopori oleh Dr. Endert dan sampai sekarang telah terkumpul spesimen herbarium lebih dari 4.000 jenis pohon.

Bagi mahasiswa yang mengikuti praktikum topik ini secara khusus bertujuan untuk:

  1. Mengungkap kekayaan jenis tumbuhan suatu kawasan hutan
  2. Mengkoleksi spesimen herbarium seluruh jenis tumbuhan/pohon yang dijumpai dan membuat koleksi herbarium
  3. Mendeskripsikan seluruh jenis tumbuhan yang dijumpai
  4. Mengidentifikasi seluruh jenis tumbuhan yang dijumpai
  5. Menyusun kunci identifikasi seluruh jenis tumbuhan yang dijumpai

Cara kerja praktek dan pelaporannya secara detil disajikan pada file berikut: Eksplorasi Botani Hutan_2016.

Panduan untuk penangan spesimen herbarium tersedia di sini.

Contoh laporan dapat mengacu ke artikel ini atau ini.

Selamat praktek dan semoga sukses.

Panduan PPEH2016

Program Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan tahun 2016 (PPEH2016) bagi mahasiswa kehutanan USU alih semester 4 ke 5 akan dilakukan pada 10 hari di awal bulan Agustus 2016. Tema PPEH2016 adalah “Belajar dari Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Ekosistem Hutan secara Berkelanjutan” dengan mengambil lokasi di pesisir pantai Nagalawan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Berikut buku panduan PPEH2016.0 Cover Luar.

Selamat belajar

Judul di atas merupakan tema Paktek Pengenalan Ekosistem Hutan Tahun 2016 (PPEH2016) bagi mahasiswa kehutanan USU,terutama mahasiswa alih semester 4 ke 5. Program PPEH2016 akan dilakukan selama 10 hari di awal bulan Agustus 2016 di pesisir pantai Nagalawan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pada kawasan pesisir tersebut terdapat kawasan hutan mangrove yang dikelola oleh kelompok masyarakat lokal sebagai kawasan wisata mangrove Kampoeng Nipah. Kawasan tersebut sebelumnya berupa hutan mangrove yang rusak dan sebagian berupa tanah timbul. Oleh kelompok masyarakat tersebut, mangrove yang rusak mulai tahun 2005 mulai direhabilitasi. Kini kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi ekowisata di Sumatera Utara dan menjadi bukti keberhasilan masyarakat lokal dengan kebersamaan, kegigihan dan peduli lingkungan mampu melestarikan ekosistem hutan dan alam sehingga memberikan manfaat, tidak saja manfaat ekologi, namun juga manfaat sosial, ekonomi dan budaya.

Mari menggali inspirasi dari kearifan mereka.

0 Cover Luar

Rektor USU pada tanggal 7 April 2016 telah menandatangani Surat Keputusan Nomor 568/UN5.1.R/SK/SPB/2016 tentang Penelitian Keunggulan TALENTA USU. Apa yang melatar belakanginya? Berikut diantara yang tertulis dalam lampiran SK tersebut:

Pada saat ini jumlah judul penelitian yang dilakukan oleh para dosen tetap USU dengan mekanisme pendanaan dari Kemenristek Dikti melalui Simlitabmas dirasakan masih minim. Status USU sebagai pemangku program Litabmas adalah sebagai PT UTAMA, dimana hanya 60% penelitian di USU yang diarahkan ke penelitian unggulan berdasarkan Rencana Induk Penelitian (RIP). Sebagai sebuah PTN-BH sudah selayaknya USU mempunyai status PT Mandiri agar seluruh penelitian (100%) dialokasikan berdasarkan RIP. Salah satu luaran utama penelitian adalah publikasi ilmiah internasional, baik berupa jurnal ataupun prosiding. Untuk itu jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen tetap USU perlu ditingkatkan demi tercapainya salah satu target kinerja Rektor USU yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti, yaitu 500 judul publiksi ilmiah internasional pada tahun 2016. Berdasarkan hal ini maka pada tahun 2016 USU akan menyelenggarakan kegiatan penelitian sumber dana Non PNBP sebanyak 200 judul.

Salinan panduan Penelitian Keunggulan TALENTA USU yang saya dapatkan dapat diunduh disini.

Selamat meneliti dan memuplikasikan hasil penelitiannya, sehingga diharapkan dapat memberi banyak manfaat.

 

 

Pokok bahasan pada minggu ke-8 m.k. Ekologi dan Manajemen Hutan Mangrove adalah produktivitas mangrove. Hal-hal yang dibahas mencakup:

Photosynthesis
Primary Productivity
Measuring Primary Productivity
Carbon Balance in Mangrove Ecosystems
The Contribution of Mangroves to Carbon Cycling in the Global Coastal Ocean
C Storage of Mangrove and Major Global Forest

Pustaka utama topik ini adalah

1. The Energetics of Mangrove Forests

2. Mangroves among the most carbon-rich forests in the tropics

3. Common allometric equations for estimating the tree weight of mangroves

4. The potential of Indonesian mangrove forests for global climate change mitigation atau disini

5. Mangrove tree productivity

Semoga bermanfaat dan selamat belajar

Pada pekan ke-4, pokok bahasan m.k. Dendrologi bagi mahasiswa Kehutanan, USU mencakup morfologi kulit batang, batang, dan pangkal batang serta arsitektur pohon. Slide presentasi dapat diunduh disini.

Selamat belajar.

Pokok bahasan m.k. Ekologi dan Manajemen Hutan Mangrove pada pekan ke-6 dan ke-7 bagi mahasiswa semester 6 di PS Kehutanan USU adalah Silvikultur Mangrove. Bahan bacaan utama terdapat disini, berupa mangrove forest management guidelines yang dipublikasikan oleh FAO.

Selanjutnya, dalam pokok bahasan ini juga terdapat 2 studi kasus. Studi kasus pertama adalah perkembangan Silvikultur Mangrove di Indonesia. Selanjutnya, studi kasus kedua berupa silvikultur mangrove di Matang, Malaysia dan hasil kajian kelestarian hutan mangrove Matang, Malaysia.

Bahan bacaan penting berikutnya dapat diunduh melalui link berikut: disini, disini, dan disini.

Selamat belajar