Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2010

B I O D I V E R S I T A S. ISSN: 1412-033X. Volume 9, Nomor 1 Januari 2008 Halaman: 25-29
 Studi Ekologi Hutan Mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara
 Ecological study on mangrove forest in East Coast of North Sumatra
 
 
ONRIZAL(1),

 (1) Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU) Medan 20155.

(2)  Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor 16680. Diterima: 27 Desember 2007. Disetujui: 30 Januari 2008.ABSTRACT

 

 
Ecological studies on mangrove forest in East Coast of North Sumatra have been carried out with field work in transect method and laboratory analyses. This study would be covered on floristic composition, abrasion, green belt, soil properties, and water quality of mangroves. Land system map and landsat TM imagery (year 1996 coverage) as main material in this study were used and overlay to determine training area. Based on vegetation inventory found that 20 mangrove species and by vegetation analyses, we known that Avicennia marina was as dominant tree species of seedling and sapling stage. Tree stage was not found in the area, yet. Environment properties of the mangrove area were suitable for mangrove growth and rehabilitation with the exception of pyrite content in the mangrove soil. Average of mangrove green belt was 25 m with range from 10 to 80 m in KJP (Kajapah) land system and 30 m with range 10 to 50 m in PTG (Putting) land system. Abrasion rate in the area was very high, i.e. 6 m per year in KJP land system, and 10 m per year in PTG land system.

 

Key words: mangrove, abrasion, green belt, soil properties, water quality, North Sumatra.

Full paper: Studi Ekologi Hutan Mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara

Read Full Post »

Struktur vegetasi dan simpanan karbon hutan hujan tropika primer di Batang Toru, Sumatera Utara.

Onrizal <Onrizal03@yahoo.com>
Departemen Kehutanan, Fak. Pertanian, Univ. Sumatera Utara.
Tanggal: 27/02/2009
Ismail, Erwin A Perbatakusuma, Herwasono Sudjito.
 
  Deforestation and forest degradation contribute for 20 to 25 percent of annual total carbon dioxide (CO2) emissions and to be one of substantial factor of cilamte change or global warming. Avoided deforestation into carbon-market regime by reducing emission from deforestation and forest degradation (REDD) scheme has been agreed on COP 13 of UNFCCC that was held in Bali on December 2007. REDD application need reliable scientific basic about the amount of carbon storage in well managed natural forest. The aims of this research were to detect vegetation structure and to estimate aboveground biomass, carbon stock and CO2 absorption of primary tropical rain forest at Key Biodiversity Area of Batang Toru Forest Block, North Sumatra Province by existing allometric equation. We designed 20 sampling plots of 20×20 m in two forest area, i.e. Aek Game-game forest and Aek Silemes forest. All trees 5 cm at diameter at breast height (dbh) and above were measure and identified. From the study, the distribution of diameter class formed “L” curve which mean an indication as balanced forest. The aboveground biomass of the forest is 544.4 to 583.0 t/ha in Aek Silemes forest and 604.5 to 613.6 t/ha Aek game-game forest. It is equivalent with 272.2 to 291.5 t C/ha or 999.0 to 1,069.9 t CO2/ha in Aek Silemes forest and 302.2 to 306.8 t C/ha or 1,109.2 to 1,125.9 t CO2/ha in Aek game-game forest. More of carbon stock (>46% for Aek Silemes forest and>58% for Aek game-game forest) saved within dbh of tress 50 cm and above. Therefore, sustainable management of forest ecosystem is very important to reduce CO2 emission from deforestation and forest degradation and to improve the function of forest ecology and economy.

http://digilib.biologi.lipi.go.id/view.html?idm=42047

Publisher  :  Perhimpunan Biologi Indonesia – LIPI.
Source  :  Jurnal Biologi Indonesia. ISSN: 0854 – 4425.
Series  :  Vol. 5 (2), 2008: 187 – 199

Read Full Post »

Islam dan konservasi alam (2): Sikap dan perilaku terhadap satwa liar

Onrizal
Koordinator Program Islam dan Konservasi Alam Yayasan Orangutan Sumatra Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC)
Staf Pengajar Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

 

Rasulullah saw diutus Allah swt dengan membawa Islam adalah untuk memperbaiki (islah) akhlah/perilaku manusia. Kehadiran beliau sekaligus sebagai rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin), termasuk bagi hidupan liar (wildlife). Dalam sejarah hidupnya, Rasulullah saw telah memberikan banyak contoh tauladan langsung bagi ummatnya terkait hal tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Rasulullah saw memberikan contoh bagaimana hidupan liar dan sumberdaya alam lainnya mempunyai hak dalam Islam. Berikut salah satu contohnya:

Ibnu Masíud ra. berkata: Ketika kami bersama Rasulullah s.a.w. dalam berpegian dan Rasulullah sedang pergi berhajat, kami melihat seekor burung yang mempunyai dua anak, maka kami ambil kedua anaknya kemudian datanglah induknya terbang diatas kami, maka datang Nabi saw. dan bersabda: Siapakah yang menyusahkan burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikan kepadanya anaknya. Kemudian Nabi melihat sarang semut terbakar, maka beliau bertanya: Siapa yang membakar ini? Jawab kami: Kamilah ya Rasulullah. Bersabda Nabi: Tidak harus menyiksa dengan api kecuali Tuhan yang menjadikan api. [Hadits riwayat Abu Dawud; Sumber: Riadhus Solihin (terjemahan) Jilid II. Hal.: 472].

Cholil (1994) menguraikan bahwa dalam kitab tarikh diriwayatkan bahwa pribadi nabi berperangai sangat kasih kepada satwa/hewan. Nabi melarang orang yang membebani binatang dengan muatan yang berat. Nabi memerintahkan jika menunggang binatang dengan laku perbuatan yang baik, dan binatang tersebut sedang dalam keadaan sehat. Nabi menyuruh kepada orang yang kebetulan memelihara binatang, supaya memeliharanya dengan baik. Jika binatang itu hendak dimakan, hendaklah ia dalam keadaan baik, tidak dalam kesakitan. Nabi melarang orang membunuh binatang kecuali hendak dimakan.

Dalam kehidupan di zaman modern ini, masih banyak manusia yang senang atau punya pengalaman dalam memelihara anak burung yang diawali dengan mengambil anak burung dari sarangnya dengan memanjat pohon tempat sarang tersebut, apakah dilakukan sendiri atau mendapatkan dari orang lain. Benar demikian, bukan? Pemenuhan ego manusia, misalnya kesenangannya adakalanya seperti kasus tersebut mengabaikan hak burung tersebut. Rasulullah saw telah memberikan contoh langsung bagaimana kita manusia tidak boleh menyusahkan seekor burung sekalipun. Demikian pula, tidak selayaknya manusia menyiksa binatang dengan membakarnya. Nah, jika masih berperilaku demikian (merampas hak binatang), berhentilah! atau ketika melihat orang lain yang berbuat demikian, cegahlah dan ingatkan serta beri pengertian!

Ketika kepada binatang saja haknya harus dipenuhi, apalagi sesama manusia.

Adakah khazanah Islam ini hidup di lingkungan anda? Bagaimana pemberian hak satwa liar dipraktekkan di sekitar anda, misalnya terhadap burung atau satwa lainnya?

Pustaka:

Cholil, M. 1994. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad S.A.W. Jilid 8. Jakarta: PT Bulan Bintang. Hal. 15.

Yahya, A.Z. 1987. Terjemahan Riadhus Shalihin. Jilid II. Penerjemah: Bahreisy, S. Bandung: Alma’arif. Hal. 472

Medan, 15 Januari 2010

Read Full Post »

PKM 2010

Siapkan dirimu, wahai mahasiswa nan kreatif. Saya tunggu mahasiswa yang mau berdiskusi atau mematangkan persiapan.

Ayooo menangkan!

Penerimaan Proposal PKM-AI dan PKM-GT tahun 2010
Download File: Surat Pengumuman Penerimaan Proposal
Download File: BerkasFormatRekapProposal PKM-AIdanPKM-GT_2010.rar
Pedoman Program Kreativitas Mahasiswa 2010-revisi
Download File: Pedoman PKM 2010_revisi.doc

Read Full Post »