Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2010

Assalamualaikum wr wb

Kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti Praktikum Dendrologi pada Semester Genap 2009/2010, berikut nilai akhir masing-masing:

Nilai-Prak-DENDROLOGI_Hut_1; Nilai-Prak-DENDROLOGI_Hut_2

Selamat kepada semua. Semoga semakin memacu untuk belajar dan menggali ilmu yang bermanfaat. Semoga berguna untuk kehidupan yang lebih baik.

Wassalamualaikum wr wb

Onrizal dan Tim

Read Full Post »

http://sains.kompas.com/read/2010/05/17/22333882/Katak.Pinokio.Spesies.Baru.dari.Papua.-3#

Katak “Pinokio” Spesies Baru dari Papua
Senin, 17 Mei 2010 | 22:33 WIB
Tim Laman/National Geographic
Katak pohon jenis baru (Litoria sp. nov.) yang ditemukan di Papua belum lama ini unik dengan bagian tubuh memanjang di mukanya sehingga seperti hidung Pinokio.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah ekspedisi ilmiah menemukan sejumlah spesies baru di Pegunungan Foja, di pulau Guinea Baru, Provinsi Papua. Salah satunya jenis katak baru yang pantas disebut katak Pinokio karena memiliki bagian tubuh memanjang di mukanya.

Spesies baru itu yakni katak (Litoria sp. nov.) yang diamati memiliki benjolan panjang pada hidung seperti Pinokio yang menunjuk ke atas bila ada ajakan dari jenis jantan serta mengempis dan mengarah ke bawah bila aktifitasnya berkurang. Katak ini ditemukan herpetologis, Paulus Oliver, secara kebetulan.

Kepala Komunikasi Conservation International (CI) Elshinta S Marsden di Jakarta, Senin (17/5/2010) malam mengatakan katak tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak spesies baru yang ditemukan selama Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP) pada tahun 2008. Ekspedisi ini merupakan kolaborasi ilmuwan dari dalam dan luar negeri termasuk para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Selain katak Pinokio, spesies baru yang ditemukan lainnya antara lain tikus besar berbulu, tokek bermata kuning berjari bengkok, merpati kaisar, walabi kerdil (Dorcopsulus sp. nov.) anggota kangguru terkecil di dunia, serta seekor kangguru pohon berjubah emas yang sudah sangat langka penampakannya dan sangat terancam keberadaannya karena perburuan dari bagian wilayah Guinea Baru lainnya.

Kejutan terbesar dari ekspedisi itu datang ketika seorang ornitologis, Neville Kemp, melihat sepasang merpati kaisar yang baru ditemukan (Ducula sp. nov.) dengan bulu-bulu yang terlihat berkarat, agak putih, dan abu-abu. Temuan lainnya yang direkam selama survei RAP itu, antara lain kelelawar kembang baru (Syconycteris sp. nov) yang memakan sari bunga dari hutan hujan, seekor tikus pohon kecil (Pogonomys sp. nov.), seekor kupu-kupu hitam dan putih (Ideopsis fojana) memiliki hubungan dengan jenis kupu-kupu raja pada umumnya, dan semak belukar berbunga yang baru (Ardisia hymenandroides).

“Untuk menentukan temuan tersebut betul-betul terbaru perlu diteliti dulu famili dan habitatnya. Hal itu butuh waktu bertahun-tahun,” katanya. Kepastian penemuan itu diungkapkan dalam rangka menandai peringatan Hari Keanekaan Ragam Hayati se-Dunia (International Day for Biological Diversity) pada 22 Mei.

Pada ekspedisi RAP yang didukung The National Geographic Society dan Smithsonian Institution ini, para ahli biologi bertahan menghadapi hujan badai yang lebat dan banjir bandang yang mengancam sambil terus melacak spesies-spesies, mulai dari bukit rendah di Desa Kwerba sampai ke puncaknya pada kisaran 2.200 meter di atas muka laut.

Disebutkan juga, Wakil Presiden Regional CI Indonesia Jatna Supriatna PhD, mengatakan temuan ini dapat menunjukkan berapa banyak bentuk spesies unik yang hanya hidup di hutan-hutan pegunungan Papua, dan menyadarkan dunia betapa hutan-hutan ini harus dilestarikan.

“Para peneliti LIPI merasa sangat bersyukur turut terlibat dalam pengungkapan keanekaan ragam hayati kawasan Pegunungan Foja, Mamberamo. Adanya kerja sama penelitian ini jelas mendukung program-program konservasi pada kawasan yang memiliki biodiversitas sangat tinggi dan termasuk dalam daftar perlindungan Undang-Undang RI,” kata Ketua Tim Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI Dr. Hari Sutrisno.

Sedangkan Gubernur Papua, Barnabas Suebu mengingatkan, pihaknya sepakat dan sangat mendukung agar wilayah-wilayah ber-biodiversitas sangat tinggi di Provinsi Papua dipertahankan, karena banyak spesies endemik di wilayah ini yang masih terisolasi, dan tidak terdapat di belahan dunia lain.

Read Full Post »

Nilai Silvikultur Lanjut semester genap 2009/2010 bagian Dosen Onrizal

DAFTAR NILAI UJIAN        
SEMESTER GENAP 2009/2010          
                 
Nama Kelas : BDH6          
Kode Mata Kuliah : KKB303          
Mata Kuliah : Silvikultur Lanjut      
Jumlah Peserta : 34            
Dosen : Onrizal          
                 
No NIM UTS UAS*   No NIM UTS UAS*
1 051202013 30,0 34,0   18 071202017 65,0 74,5
2 051202025 62,0 74,0   19 071202018 42,0 80,0
3 061202004 47,0 71,5   20 071202019 63,0 78,5
4 071202001 95,0 80,5   21 071202021 75,0 80,0
5 071202002 52,0 76,0   22 071202022 90,0 74,0
6 071202003 70,0 72,0   23 071202023 65,0 78,5
7 071202004 57,0 78,5   24 071202024 55,0 75,5
8 071202005 52,0 77,5   25 071202025 70,0 79,0
9 071202007 60,0 77,5   26 071202026 68,0 77,5
10 071202009 45,0 74,0   27 071202027 64,0 78,5
11 071202010 55,0 74,5   28 071202028 55,0 76,5
12 071202011 63,0 75,5   29 071202029 58,0 77,5
13 071202012 52,0 78,0   30 071202031 72,0 75,5
14 071202013 55,0 74,0   31 071202032 58,0 77,5
15 071202014 53,0 77,0   32 071202033 45,0 71,5
16 071202015 56,0 76,5   33 071202034 60,0 75,5
17 071202016 27,0 73,0   34 071202036 35,0 74,0
                 
*Nilai UAS berdasarkan:            
  1. Takehome exam            
  2. Makalah (2 buah)            
  3. Presentasi (2 kali)            

Read Full Post »

Arecaceae dan Santalaceae termasuk jenis-jenis pohon yang banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Arecaceae umumnya tersebar di daerah pantai tropis, meskipun dapat hidup di dataran tinggi.

Salah satu jenis pohon anggota Santalaceae yang terkenal adalah Santalum album atau dikenal dengan nama cendana atau sandalwood.

Berikut deskripsi tumbuhan kedua suku tersebut: Arecaceae dan Santalaceae

Read Full Post »

Pengantar

Dipterocarpaceae merupakan kelompok pohon-pohon penghasil kayu utama dari hutan hujan tropis di Indonesia bagian barat, Malaysia, Brunei, dan Filipina dan menyebar ke timur hingga Papua. Anggota Dipterocapaceae kebanyakan berupa pohon-pohon besar dengan tajuk menjulang tinggi mencapai 70-80 m. Dipterocarpaceae merupakan unsur utama dan mendominasi hutan hujan dataran rendah (hutan pamah) sehingga sangat penting secara ekologi (Newman et al., 1999).

Full_presentation: Dipterocarpaceae

Read Full Post »