Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2013

Salam Mangrover,

Wahana Berita Mangrove Indonesia (Wanamina) edisi 2 tahun 2013 baru saja saya dapatkan filenya. Sebelumnya, edisi 3 tahun 2013 sudah saya unggah di blog ini.

Wanamina 2013e2

 

Berikut daftar isinya:

Laporan Utama

Upaya Mitigasi Perubahan Iklim di Hutan Mangrove: Tindakan lokal, Bernilai Multi Manfaat … 1

Oleh: Onrizal

 

Artikel

Potensi Mangrove Sebagai Bahan Baku Obat … 8

Oleh: Rita S. Christina Sinaga

 

Balai Pengelolaan Hutan Mangrove “Tantangan dan Realita … 15

Oleh: Adi Triswanto

 

Berita Gambar … 20

 

Tokoh

Profil Al Akmar, S.P … 25

Oleh: Tri Susmalinda

 

Artikel

Hutan Mangrove dan Biota Laut … 28

Oleh: Susan Natalia Tarigan, S.Hut

 

Liputan

Pelatihan Pendidikan Lingkungan Bagi Anak Sekolah Kabupaten Serdang Bedagai … 34

Oleh: Tri Susmalinda dan Gugum Gumilar

Artikel lengkapnya bisa diunduh di Wanamina2013e2_isi

 

Advertisements

Read Full Post »

Assalamualaikum,

Salam Mangrovers,

Wanamina 2013e3

Baru saja saya mendapatkan kiriman Wanamina (Wahana Berita Mangrove Indonesia) edisi ke 3 tahun 2013. Berikut daftar isinya:

Laporan Utama
Mangrove Sum berdaya Alam Penting Yang Terancam … 1
Oleh : Onrizal
Artikel
Bekantan (Nasalis lavartus) Primata Endemik Hutan Mangrove Kalimantan … 10
Oleh: Rita Savitri C. Sinaga, S,Hut
Profil
Masyarakat Peduli Pelestarian Hutan Mangrove di Desa Sei Nagalawan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara … 14
Oleh : Nurul Muslikah, S.Pi
Berita Gambar … 17
Artikel
Menilik Potensi Kawsan Bergambut Sebagai Salah Satu Ekositem Lahan Basah Yang Harus Dipulihkan … 20
Oleh : Ika Noor Muslihah M, S.Si
Artikel
Hutan mangrove sebagai Benteng Kawasan Pesisir … 27
Oleh : Susan Natalia Tarigan, S.Hut
Liputan
Pelatihan Pendidikan Lingkungan Bagi Anak Sekolah Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara … 32
Oleh Tri Susmalinda, S.Si dan Abdullah Okta Eriza
File selengkapnya dapat diunduh di:

Cover Wanamina Edisi 3 tahun 2013;

Dafis dan Kata Pengantar

Buletin edisi 3 BPHM_Artikel

Read Full Post »

Wanamina 2013 (3): 1-9

Mangrove: sumberdaya alam penting yang terancam

Onrizal

Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara
Jl Tri Darma Ujung No 1, Kampus USU Medan 20155.
Email: onrizal@usu.ac.id, onrizal@gmail.com

Pendahuluan

Mangrove terdapat di pantai tropika dan sub-tropika (Chapman 1976, Tomlinson 1986), dan secara geografis, mangrove tersebar antara 30oLU – 30oLS (Gambar 1) (Giri et al., 2011). Ekosistem mangrove menyediakan berbagai jenis barang dan jasa bagi komunitas baik pada level nasional maupun internasional (FAO, 1982, Hamilton & Snedaker 1984, Aksornkoae, 1993, Dahdouh-Guebas et al. 2000, Johsi et al., 2006).

Peta Sebaran mangrove dunia

Hutan mangrove di sepanjang kawasan pesisir pantai merupakan sumberdaya alam yang sangat penting bagi manusia dan lingkungan. Nilai penting mangrove terutama pada keunikan fungsinya berupa fungsi ekologi, fungsi ekonomi dan fungsi lindung. Fungsi utama hutan mangrove mencakup (a) sebagai habitat flora dan fauna, (b) penghasil kayu olahan, tiang, kayu bakar, bahan baku arang bakau, dan serat, (c) penghasil berbagai hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti tanin, madu lebah, lilin madu lebah dan lain-lain, (d) sebagai tempat pembiakan (breeding ground) dan pengasuhan (nursery ground) bagi ikan, krustase, moluska, dan berbagai jenis daratan dan peraiaran pantai lainnya, (e) pengatur iklim mikro, (f) pelindung pantai dari erosi, (g) peningkatan pengendapan sedimen/pertambahan lahan, (h) penyuplai hara melalui jatuhan serasah ke kawasan pesisir pantai untuk mendukung produktivitas perairan pantai, (i) mengurangi dampak bencana alam, seperti tsunami, angin badai, dan perubahan drastis pasang surut, dan (j) perbaikan lingkungan melalui penyerapan karbon dan bahan pencemar lainnya (Macnae 1968, Aksornkoae, 1993, FAO, 1993, 1994, Fransworth & Ellison 1997, Kusmana et al., 1997, Soeroyo & Sapulete, 1998, Aprilwati, 2001, Joshi et al., 2006, Walton et al. 2006, Le et al., 2007, Dahdouh-Guebas & Pulukkuttige, 2009, Onrizal et al, 2009, Ostling et al., 2009, Onrizal, 2012a, 2012b).

Fungsi dan manfaat mangrove sudah dikenal dengan baik secara luas, namun karena akses yang mudah serta nilai guna komponen biodiversitas dan lahan yang tinggi telah menjadikan sumberdaya mangrove sebagai sumberdaya alam yang terancam kelestariannya (Valiela et al., 2001, Onrizal, 2005). Dalam kurun waktu 1980 – 2000 (20 tahun), hutan mangrove dunia telah hilang sebesar 35% (Valiela et al., 2001, MA, 2005), dan hutan mangrove Indonesia dalam kurun waktu 1989-2009 (20 tahun) telah hilang sebesar 851.511 ha atau berkurang sebesar 20,8% (Onrizal, 2013), yakni dari 4.098.527 ha pada tahun 1989 (Giesen et al. 1991) berdasarkan hasil RePProt (1985-1989) menjadi 3.247.016 ha (Bakosurtanal, 2009) berdasarkan hasil analisis citra landsat terbaru.

Kehilangan mangrove seluas 851.511 ha dalam kurun waktu 20 tahun (1989-2009) itu setara dengan 1,5 kali luas negara Brunai Darussalam, yakni 5.770 km2. Angka tersebut juga menjadikan laju kehilangan rata-rata mangrove Indonesia sekitar 42.575,6 ha/tahun atau setara dengan 61% dari luas negara Singapura, yakni 697 km2. Artinya, tidak sampai dua tahun, luas mangrove Indonesia yang hilang melebihi luas negara Singapura. Apakah kita masih bisa bersantai-santai saja?

Meskipun mangrove terus terancam kelestariannya, namun berbagai aktivitas penyebab kerusakan hutan mangrove terus terjadi dan adakalanya dalam skala dan intensitas yang terus meningkat (Primavera, 2005, Dave, 2006). Akibatnya, laju kehilangan hutan mangrove semakin cepat dibandingkan dengan kehilangan hutan tropis daratan dan terumbu karang (Duke et al., 2007). Hal ini telah menyebabkan penurunan produktivitas ekosistem mangrove dan pesisir pantai (Primavera, 2005, Dave, 2006) dan menjadikannya sebagai salah satu pusat dari isu lingkungan global.

Selengkapnya di Mangrove yang terancam

Cover Wanamina tahun 2013 edisi ke 3

Read Full Post »

Slide1

Slide2Slide3 Slide4 Slide5 Slide6 Slide7 Slide8 Slide9 Slide10 Slide11 Slide12 Slide13 Slide14 Slide15 Slide16 Slide17 Slide18

Read Full Post »

WKLBWarta Konservasi Lahan Basah volume 21 nomor 4 tahun 2013 antara lain menghadirkan artikel Kondisi Terkini Danau Sentani, “Hybrid Engineering” Pelindung Garis Pantai di Indonesia dari Erosi dan Abrasi. Ada juga artikel Keunikan Ekologi Rawa Danau Bangkau di Kalimantan Selatan, serta artikel terkait flora fauna lahan basah. Selengkapnya di WKLB Vol 21 No 4 (2013).

Selamat membaca dan kemudian menyelamatkan lahan basah kita. Better wetlands for better life.

Read Full Post »