Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2014

ou2

Dari empat primata kera besar (great apes) di dunia, orangutan merupakan satu-satunya yang hidup di benua Asia, sedangkan tiga kerabat lainnya, yakni gorila, simpanse, dan bonobo hidup di benua Afrika (Rijksen & Meijaard 1999; Buij et al. 2002). Sampai akhir masa Pleistocen, orangutan masih menyebar pada kawasan yang meliputi China bagian selatan hingga Pulau Jawa, namun saat ini hanya ditemukan di Pulau Sumatera dan Borneo (Bacon & Long 2001). Hasil lokakarya IUCN-Primate Spesialist Group membagi orangutan menjadi dua spesies, yaitu orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang menempati daerah sebaran yang sempit di sebelah utara bagian utara dan selatan Danau Toba di Pulau Sumatera dan orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang terdapat di pulau Kalimantan dan di beberapa tempat yang merupakan kantong-kantong habitat hutan Sabah dan Serawak (Groves 2001; Rijksen & Meijaard 1999; Supriatna & Wahyono 2000). Sekarang, orangutan Sumatera di dunia hanya ditemukan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

ou1

Orangutan merupakan “umbrella species” dalam konservasi hutan hujan tropis di Indonesia, khususnya hutan Sumatera dan Kalimantan. Mengingat kondisi hutan sebagai habitat alami orangutan dan kebutuhan akan daerah jelajah yang luas serta keanekaragaman jenis flora fauna hidup bersamanya, orangutan dapat dianggap sebagai wakil terbaik dari struktur keanekaragaman hayati hutan hujan tropis yang berkualitas tinggi. Keberadaan dan kepadatan populasi orangutan dapat digunakan sebagai ukuran konservasi hutan hujan tropis tanpa analisis yang lebih jauh mengenai struktur keanekaragaman jenis flora dan fauna di suatu kawasan tertentu. Hal ini dapat berarti bahwa konservasi populasi orangutan liar identik dengan melakukan konservasi terhadap ekosistem hutan hujan tropis yang memiliki struktur keanekaragaman yang unik (Whitten et al. 1997; Rijksen & Meijaard 1999).

Sebagian besar makanan orangutan adalah buah-buahan. Dengan demikian, bagi kelestarian hutan, orangutan merupakan pemencar biji terbaik. Oleh karena itu, orangutan sangat berperan penting bagi regenerasi hutan tropika.

ou3

Orangutan Sumatera tinggal dengan densitas yang rendah (mulai dari nol sampai tujuh ekor per km2 di Sumatera), sehingga membutuhkan ruang yang sangat luas berupa blok-blok hutan yang luas (Departemen Kehutanan 2007). Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) merupakan salah satu habitat terpenting dan mengandung sebagian besar dari orangutan Sumatera yang masih tersisa.

OU

Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dengan luas sekitar 1.094.962 ha selain merupakan rumah bagi orangutan Sumatera, juga merupakan rumah bagi berbagai satwa langka lainnya, seperti harimau Sumatera, badah Sumatera, harimau Sumatera, ratusan jenis burung dan satwa lainnya serta berbagai jenis flora yang membentuk hutan tropika yang sangat kaya. Kawasan hutan TNGL selain berfungsi sebagai habitat flora fauna langka dan penting, juga merupakan hulu dari 10 DAS utama di Aceh dan Sumatera Utara yang airnya menghidupi lebih dari 4 juta penduduk yang hidup di sekitar kawasan TNGL. Keberadaan hutan di kawasan TNGL juga menjadi benteng bagi daerah di sekitarnya dari ancaman banjir saat musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.  Oleh karena itu, keutuhan ekosistem TNGL sangat penting untuk dijaga, tidak saja untuk kelestarian orangutan Sumatera dan berbagai jenis flora fauna lainnya, namun lebih daripada itu, hutan TNGL adalah benteng dalam menjaga kehidupan manusia.

#save forest; #save orangutan, #save our live

Advertisements

Read Full Post »

Picture1menyeberang dan mendaki

Picture2orangutan Sumatera dan keahliannya 🙂

Picture3orangutan Sumatera menuju sarang diujung dahan,

senyum petugas dan peneliti

🙂

#save forest, #save orangutan, #save our life

 

Read Full Post »

Slide1

Slide2

Slide3

Slide4

Slide5

Slide6

Slide7

Slide8

Slide9

Slide10

Slide11

Slide12

Slide13

Slide14

Slide15#save mangrove, #save our life

Disampaikan pada Rapat Koordinasi Regional Kelompok Kerja Mangrove Daerah se Wilayah Kerja BPHM-II di Hotel Mercure, Batam, 17 – 18 Oktober 2013

Read Full Post »

Orangutans are the only great ape recorded in tropical Asia. Two species of orangutans are found, i.e. Pongo abelii in Sumatra and P. pygmeus in Borneo.

Sumatran orangutans (SOUs) are strictly distributed in the Northern Sumatra and their populations are drastically reduced and are gradually decrease. The main factors of decline are the habitat loss due to deforestation and forest degradation (1) and also a long mean inter-birth interval (2).

van Schaik et al. (3) stated that the tree availability, as food sources and nesting sites for orangutan population in the tropical forest ecosystem, has become the most influential factor on density of orangutans.

Vegetation analyses were carried out to identify tree species diversity and tree species as feeding source of Sumatran orangutan (SOU) in Batangtoru forests. The 378 tree species are recorded within 20 plots or the total area is 0.8 ha. Only 173 tree species (46%) are as feeding sources of SOU.

feeding sources

1 Rijksen, H.D. & Meijaard, E (1999) Our Vanishing Relative: Status of Wild Orangutan at the Twentieth Century. Dordrecth, Netherlands: Kluwer Academic Publisher.

2 Galdikas, B.M.F., Wood J.W. (1990) Birth spacing patterns in humans and apes. American Journal of Physical Anthropology 83:185—191

3 van Schaik, C.P., Priatna, D., Priatna, A. (1995). Population estimates and habitat preferences of orang-utans based on line transects of nests. In The Neglected Ape (eds R.D. Nadler, B.M.F. Galdikas, L.K. Sheeran & N. Rosen), pp. 129–147. New York, USA: Plenum Press.

Part of this research will be presented by Onrizal and Mashhor Mansor at the 2014 AAAS Annual Meeting on 13-17 February 2014 in Chicago, IL, USA

Read Full Post »