Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Wetlands News’ Category

Alhamdulillah dapat kiriman email dari Pemimpin Redaksi Majalah Herpetologer Mania, Akhmad Junaidi Siregar. Kirimannya adalah Majalah Herpeloger Mania edisi November 2014. Edisi ini berisi berbagai informasi dan kegiatan terkait herpetofauna dan penggiatnya. Artikel yang dimuat mencakup hasil riset, ekspedisi, situasi lapangan (gambar/foto), dan profil. Edisi ini juga terdapat artikel dari dua pulau berbeda, yakni Sumatera dan Nusa Tenggara. Sangat menarik.

Silahkan file lengkap diunduh di Majalah digital Herpetologer Mania edisi November 2014.

Selamat membaca dan terima kasih kepada redaksi yang telah mengirimkan file lengkap majalah Herpetologer Mania edisi November 2014 ini.

HM nov 2014

Read Full Post »

Majalah Warta Konervasi Lahan Basah (WKLB) yg diterbitkan secara berkala oleh Wetland International kini hadir dengan wajah majalah dan logo baru. WKLB volume 22 no 1, April 2014 memuat berbagai artikel dan informasi lahan basah di berbagai penjuru Indonesia.

Selengkapnya di WKLB Vol 22 no 1 (April-14)

WKLB 2014

Read Full Post »

 

 

 

Dataran tinggi Toba berupa Danau Toba, areal persawahan dan lahan basah lainnya merupakan tempat persinggahan berbagai jenis burung air migran. Berikut potret beberapa populasi burung air di dataran tinggi Toba di awal tahun 2014.

Picture1 Picture2 Picture3 Picture4

Read Full Post »

WKLBWarta Konservasi Lahan Basah volume 21 nomor 4 tahun 2013 antara lain menghadirkan artikel Kondisi Terkini Danau Sentani, “Hybrid Engineering” Pelindung Garis Pantai di Indonesia dari Erosi dan Abrasi. Ada juga artikel Keunikan Ekologi Rawa Danau Bangkau di Kalimantan Selatan, serta artikel terkait flora fauna lahan basah. Selengkapnya di WKLB Vol 21 No 4 (2013).

Selamat membaca dan kemudian menyelamatkan lahan basah kita. Better wetlands for better life.

Read Full Post »

Wetlands International telah merilis  Warta Konservasi Lahan Basah untuk Volume 20, Nomor 3, Juli, 2012. WKLB Vol 20 No 3, Juli, 2012 berisi informasi lahan basah dari Papua sampai Aceh. Berikut pengantar dari Redaksi WKLB untuk edisi teranyar tersebut:

Salam redaksi,

Halo, “apa kabar lahan basahku? baik-baik sajakah engkau?”. Sepenggal pertanyaan yang mengekspresikan betapa sebenarnya kita takut akan kehilangan manfaat dan fungsi lahan basah, dan sejujurnya juga kita semua menyadari bahwa tanpa lahan basah kehidupan menjadi terancam.

Berbagai informasi dan pengalaman dari para penulis tentang kabar lahan basah akan coba kami paparkan kolom demi kolom. Dari belahan timur negara kita tersaji informasi tentang mangrove dan etnis Papua. Sangat menarik untuk disimak tentang bagaimana potensi, pemanfaatan dan konservasi yang sedang dan akan dilakukan disana. Lalu, apa kabar lahan basah di bumi belahan barat negara kita, khususnya di Aceh pasca tsunami 2004 lalu? Simak informasinya pada kolom Konservasi Lahan Basah bertajuk “Tujuh tahun pasca tsunami di Aceh”.

Simak berita-berita menarik lainnya dari berbagai daerah, terutama dari NTT dan Teluk banten yang merupakan informasi rutin yang coba kami terus sajikan.

Selamat membaca.

Untuk membaca lebih lengkap, silahkan kunjungi link berikut ini: WKLB Vol 20 No 3, Juli, 2012

Read Full Post »

Warta Konservasi Lahan Basah (WKLB) Vol. 20 No. 2, April 2012 yang diterbitkan oleh Wetland International Indonesia Programme banyak memberi informasi tentang lahan basah di Teluk Banten dan Nusa Tenggara Timur.  Hal ini terkait dengan salah satu kegiatan Wetlands International – IP yang difokuskan pada kedua wilayah tersebut melalui program Partner for Resilience (PfR).

Selengkapnya bisa diunduh pada WKLB Vol 20 No 2 (April 2012)

Selamat membaca dan berkontribusi

[Wetland.org]

Read Full Post »

Warta Konservasi Lahan Basah (WKLB) yang diterbitkan oleh Wetland International Indonesia Programme. WKLB edisi Juli 2011 telah terbit dan berikut pengantar redaksi WKLB.

WKLB ditujukan untuk mewadahi informasi-informasi  seputar  perlahanbasahan Indonesia yang datang  dari  berbagai  kalangan  baik  secara  individu  maupun  kolektif.  Diharapkan  media WKLB  ini  dapat  berperan  dalam  meningkatkan  pengetahuan,  kesadaran  dan kepedulian  seluruh  lapisan  masyarakat  untuk  memanfaatkan  dan mengelola  lahan  basah  secara  bijak  dan  berkesinambungan.

WKLB 19 (2), Juli 2011 diawali dengan informasi bencana banjir awal tahun. Fenomena alam yang terjadi di Medan ini, seakan  mengingatkan  kita  bahwa  alam  sudah  tidak  lagi  seimbang.  Usaha  terpadu  pengelolaan  dan perbaikan  lingkungan  adalah  jawaban  wajib  yang  perlu  dinyatakan,  agar keharmonisan  antara  seluruh  mahluk  hidup  dengan  alam  dapat  terajut  kembali.

Kolom-kolom berikutnya, tidak  hanya  mengetengahkan  sajian  informasi  keadaan  suatu  wilayah,  akan  tetapi  juga  gambaran  mengenai  teknik-teknik  mengatasi  ancaman  kerusakan  lingkungan  yang diakibatkan  oleh  alam  maupun  manusia.  Seperti  pengalaman  yang  dilakukan  Wetlands  International – IP  dalam  menerapkan  program pengurangan  resiko  bencana  di  wilayah  Nusa  Tenggara  Timur.

Semoga, lembar demi lembar informasi yang kami suguhkan  ini  dapat  mendukung  dan  memotivasi  semangat  kita  semua  untuk  terus  berupaya  mengembalikan  peran  dan  fungsi  lingkungan, sehingga  manfaatnya  dapat  kita  rasakan  secara  berkesinambungan.

Salam Redaksi.

WKLB 19 (2), Juli 2011 dapat diunduh disini.

Read Full Post »

Older Posts »