Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘inventarisasi’

Hutan mangrove berperan sangat penting bagi kehidupan manusia. Manfaat ganda hutan mangrove bagi kawasan pesisir telah dikenal dengan baik (Aksornkoae, 1993, FAO, 1993, 1994, Soeroyo & Sapulete, 1998, Aprilwati, 2001, Joshi et al., 2006, Le et al., 2007). Nilai penting mangrove dalam mendukung produktivitas ekosistem pesisir telah dikenal dengan baik (Kusmana et al., 1997). Al Rasyid (1986) melaporkan bahwa produksi udang sangat terkait dengan produksi serasah mangrove. Walters et al. (2008) menginformasikan bahwa 80% species biota laut yang komersial diduga sangat tergantung pada kawasan mangrove di kawasan Florida, USA, 67% spesies hasil tangkapan perikanan komersial di bagian timur Australia, dan hampir 100% udang yang ditangkap pada kawasan ASEAN bergantung pada kawasan mangrove.

Produktivitas berbagai tipe vegetasi di dunia yang terdiri dari biomassa tegakan dan produktivitas serasah sangat bervariasi karena perbedaan struktur vegetasi, umur tegakan, situasi geografi (ketinggian), perubahan iklim (Tanner, 1980). Para ahli antara lain, Snedaker (1978), Harger (1982), Odum et al. (1982), Hamilton & Snedaker (1984), dan Dahdouh-Guebas et al., (2000) sependapat bahwa hutan mangrove merupakan suatu ekosistem yang unik, dengan berbagai macam fungsi, yaitu fungsi fisik, biologi, dan fungsi ekonomi atau produksi.

Indonesia memiliki mangrove terluas di dunia dengan 3,7 juta ha (Dirjen INTAG, 1993) atau 25% dari total mangrove dunia (16,5 juta ha) (FAO, 1994). Konversi hutan mangrove terus meningkat, sehingga menyebabkan penurunan produktivitas ekosistem tersebut (Primavera, 2005, Dave, 2006). Dalam kurun waktu 25 tahun, mangrove dunia telah hilang sebesar 35% (Valiela et al., 2001) dan mangrove Indonesia yang rusak mencapai 57,6% (RLPS, 2001). Oleh karena itu, sangat penting dilakukan upaya penyebarluasan informasi mangrove dengan kondisinya, dan peningkatan kemampuan dalam menginventarisasi sumberdaya mangrove, sehingga menjadi bekal dalam memuwujudkan pengelolaan sumberdaya mangrove yang lebih lestari dan bermanfaat lebih optimal bagi kehidupan manusia.

Berikut bahan presentasi dalam training ekologi, inventarisasi dan identifikasi mangrove yang dilaksanakan pada tanggal 12-15 Desember 2012:

1. Ekologi Mangrove

2. Inventarisasi Mangrove

3. Pengenalan Jenis Mangrove

Semoga bermanfaat, dan mangrove kita semakin baik.

Advertisements

Read Full Post »

Bagaimana menilai suatu lahan mangrove, apakah masih baik atau kritis? Faktor apa saja yang harus diukur? Lalu, bagaimana membaca hasil-hasil pengukuran tersebut.

Nah, tahun 2005, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan RI (begitu namanya saat itu) mengeluarkan Pedoman Inventarisai dan Identifikasi Lahan Kritis Mangrove

Semoga bermanfaat.

Read Full Post »