Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘konversi’

Gambir

Gambir. Ya, gambir biasa digunakan untuk menemani makan sirih. Tradisi yang sudah sangat lama, meskipun kini mulai berkurang ya?

Gambir yang dimaksud dihasilkan dari tumbuhan gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) yang merupakan tumbuhan perdu. Gambir yang digunakan untuk menemani makan sirih tersebut sebenarnya dalah getahnya yang telah kering yang sebelumnya diesktrak melalui perebusan.

 

Petani gambir di Desa Bongkaras di tepi Hutan Lindung Batuardan, Dairi menceritakan bahwa dalam setahun, tanaman gambir dapat dipanen sebanyak 3 s.d. 4 kali, atau sekali dalam 3 atau 4 bulan. Setiap panen saat ini dapat menghasilkan sekitar Rp. 12.500.000 per hektar dari gambir yang telah dikeringkan. Hasil yang cukup lumayan, bukan?

Persoalannya adalah tanaman gambir biasanya ditanam tanpa pohon peneduh, dan biasanya untuk perluasan kebun terlebih dahulu dengan menebang hutan alias mengkonversi hutan menjadi kebun gambir. Oleh karena tanaman ini ditanam di dataran tinggi, konversi hutan pada daerah demikian dapat memicu terganggunya fungsi hutan dalam pengaturan tata air dan pencegahan erosi dan tanah longsong. Sehingga perlu terobosan untuk mengurangi dampak negatif dari budidaya gambir selama ini. Ada ide atau solusi?

Picture1

Tanaman Gambir

Picture2Getah gambir yang sedang dikeringkan setelah diekstrak

Advertisements

Read Full Post »

Potret Habitat, Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Kehidupan*

Oleh: Onrizal

Kita dan Sumberdaya Alam

> 2/3 pelayanan ekosistem dunia telah mengalami penurunan (MEA, 2005)

Sumatera dan Keanekaragaman Hayati
> Sumatera bagian dari Sundaland Biodiversity Hotspot, satu dari 34 wilayah di dunia dengan biodiversitas dan endemisitas yang sangat tinggi, namun tingkat ancaman juga sangat tinggi
Kehilangan Hutan Sumatera Sebagai Habitat dari Keanekaragaman Hayati
> 5 juta ha dalam kurun waktu 1990-2000 atau 25% dari luas hutan hilang dalam kurun waktu 10 tahun tersebut.
Kehilangan hutan di Sumatera Utara
> Total Luas Lahan : 7.202.128,50 ha
> Laju deforestasi (2000-2003): 317.589,12 ha/tahun
Dampak Kerusakan Hutan Terhadap Keanekaragaman Hayati
> Orangutan Sumatera
> Harimau Sumatera
> Gajah Sumatera
Konservasi Keanekaragaman Hayati ~ Konservasi Habitat (Hutan) ~ Perlindungan Kehidupan
Kesimpulan dan Saran
> Sangat penting menjadikan ekosistem alam dan daerah aliran sungai sebagai basis perencanaan pembangunan

> Kerjasama setara dan saling menguntungkan antar daerah yang wilayahnya beririsan baik karena ekosistem alam maupun daerah aliran sungai
*Disampaikan pada Workshop Koordinasi Konservasi Keanekaragaman Hayati di Sumatera Utara. Dilaksanakan oleh Badan Lingkungan Hidup Propinsi Sumatera Utara di Hotel Madani, 29 Juni 2012

Read Full Post »