Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘penelitian’

Rektor USU pada tanggal 7 April 2016 telah menandatangani Surat Keputusan Nomor 568/UN5.1.R/SK/SPB/2016 tentang Penelitian Keunggulan TALENTA USU. Apa yang melatar belakanginya? Berikut diantara yang tertulis dalam lampiran SK tersebut:

Pada saat ini jumlah judul penelitian yang dilakukan oleh para dosen tetap USU dengan mekanisme pendanaan dari Kemenristek Dikti melalui Simlitabmas dirasakan masih minim. Status USU sebagai pemangku program Litabmas adalah sebagai PT UTAMA, dimana hanya 60% penelitian di USU yang diarahkan ke penelitian unggulan berdasarkan Rencana Induk Penelitian (RIP). Sebagai sebuah PTN-BH sudah selayaknya USU mempunyai status PT Mandiri agar seluruh penelitian (100%) dialokasikan berdasarkan RIP. Salah satu luaran utama penelitian adalah publikasi ilmiah internasional, baik berupa jurnal ataupun prosiding. Untuk itu jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen tetap USU perlu ditingkatkan demi tercapainya salah satu target kinerja Rektor USU yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti, yaitu 500 judul publiksi ilmiah internasional pada tahun 2016. Berdasarkan hal ini maka pada tahun 2016 USU akan menyelenggarakan kegiatan penelitian sumber dana Non PNBP sebanyak 200 judul.

Salinan panduan Penelitian Keunggulan TALENTA USU yang saya dapatkan dapat diunduh disini.

Selamat meneliti dan memuplikasikan hasil penelitiannya, sehingga diharapkan dapat memberi banyak manfaat.

 

 

Read Full Post »

Thomson Reuters: Riset Indonesia Sedikit, tetapi Berkualitas

[Source: http://sains.kompas.com/read/2012/04/26/19424848/Thomson.Reuters.Riset.Indonesia.Sedikit.tetapi.Berkualitas]

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah paper publikasi penelitian Indonesia memang rendah, tetapi kualitas riset Indonesia tergolong unggul. Demikian hasil analisis Thomson Reuters, sumber informasi intelijen terkemuka di dunia untuk perusahaan dan para profesional, yang disampaikan kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/4/2012).
Diketahui, secara ranking, jumlah publikasi riset Indonesia tergolong kedua terendah se-Asia Tenggara. Berdasarkan jumlah publikasi, negara yang paling produktif dalam riset berturut-turut adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand.
“Namun, berdasarkan jumlah riset yang disitasi, Indonesia nomor tiga se-Asia Tenggara. Artinya, risetnya sedikit tetapi kualitas dunia,” kata Wong Woei Fuh, Managing Director Rest of Asia Pacific Intellectual Property and Science di Thomson Reuters.
Berdasarkan jumlah citation (kutipan), negara yang dengan riset berkualitas di Asia Tenggara adalah Singapura, Filipina, dan Indonesia. Malaysia tergolong terendah di Asia Tenggara.
Demikian pula dalam dampak hasil penelitian di dunia. “Jadi, hasil penelitian Indonesia itu banyak dikutip oleh ilmuwan di dunia,” kata Wong.
Berdasarkan analisis Thomson Reuters, riset Indonesia didominasi oleh bidang ilmu hewan dan tanaman (botani dan zoologi), medis atau kedokteran, lingkungan, geologi, dan pertanian.
Sementara itu, hasil riset yang paling banyak dikutip adalah bidang ilmu sosial dan humaniora, medis, pertanian, lingkungan, ekologi, dan imunologi (kekebalan tubuh).
“Penelitian ilmu sosial Indonesia punya dampak yang besar,” ungkap Wong.
Ia mengungkapkan, hasil analisis Thomson Reuters bisa menjadi salah satu pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bidang riset manakah yang paling perlu mendapatkan perhatian dan pendanaan.
“Indonesia perlu fokus. Pendanaan bisa cepat terbuang percuma kalau tidak fokus,” ungkap Wong.
Melihat hasil analisis, Indonesia terbukti unggul pada ilmu-ilmu dasar.
Dengan demikian, perlu dipertimbangkan agar penelitian dasar dan eksploratif, yang hasilnya sering dianggap tidak segera berguna, mendapat perhatian dan pendanaan.
———————————————
Nah, para akademisi dan peneliti Indonesia, ayo terus meneliti dan mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal Internasional sebagai wujud kontribusi bagi kehidupan yang lebih baik.

Read Full Post »