Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2008

Hasil akhir penilaian mata kuliah Dendrologi pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2008/2009 kurang menggembirakan. Nilai akhir berkisar antara 12,03 s.d. 75,97. Oleh karena itu, tidak ada mahasiswa yang  mendapat huruf mutu A (nilai >=80,0).  Terdapat 2 orang mahasiswa yang mendapat nilai B+, yaitu Adrianus (PS BDH 071202025) dan Julius (PS THH 071203029).

Mahasiswa yang mengambil ulang mata kuliah sebanyak 8 orang, namun tidak mendapatkan nilai yang memadai. Hanya 3 orang yang mendapatkan nilai C, dan sisanya 2 orang mendapat nilai D dan 3 orang nilai E.

Perlu evaluasi lebih lanjut tentang fakta ini: apakah faktor utama penyebabnya? Apakah ketentuan bahwa nilai yang berlaku bagi mahasiswa pengulang adalah nilai tertinggi yang pernah didapatkannya bukan nilai terakhir menjadi pemicu mahasiswa pengulang menjadi tidak serius? Atau adakah faktor lain. Secara umum dari mata kuliah lain, sebagian besar mahasiswa pengulang tidak mendapatkan nilai pada seperempat kelompok nilai tertinggi.

Hasil penilaian secara lengkap silahkan merujuk pada pengumuman Bagian Pendidikan Departemen Kehutanan USU.

Keep spirit!

Read Full Post »

STRUKTUR VEGETASI DAN SIMPANAN KARBON HUTAN HUJAN TROPIKA PRIMER DI BATANG TORU, SUMATERA UTARA

Vegetation structure and carbon stock of primary tropical rain forest at Batang Toru, North Sumatra

 

Onrizal1, Ismail2, Erwin A Perbatakusuma3, Herwasono Sudjito3, Jatna Supriatna3, Iwan H Wijayanto3

1Departemen Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

2Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

3Conservation International Indonesia

 

Abstract

batang-toru1Deforestation and forest degradation contribute for 20 to 25 percent of annual total carbon dioxide (CO2) emissions and to be one of substantial factor of climate change or global warming. Avoided deforestation into carbon-market regime by reducing emission from deforestation and forest degradation (REDD) scheme has been agreed on COP 13 of UNFCCC that was held in Bali on December 2007. REDD application need reliable scientific basic about the amount of carbon storage in well managed natural forest. The aims of this research were to detect vegetation structure and to estimate aboveground biomass, carbon stock and CO2 absorption of primary tropical rain forest at Key Biodiversity Area of Batang Toru Forest Block, North Sumatra Province by existing allometric equation. We designed 20 sampling plots of 20 x 20 m in two forest area, i.e. Aek Game-game forest and Aek Silemes forest. All trees 5 cm at diameter at breast height (dbh) and above were measure and identified. From the study, the distribution of diameter class formed “L” curve which mean an indication as balanced forest. The aboveground biomass of the forest is 544.4 to 583.0 t/ha in Aek Silemes forest and 604.5 to 613.6 t/ha Aek game-game forest. It is equivalent with 272.2 to 291.5 t C/ha or 999.0 to 1,069.9 t CO2/ha in Aek Silemes forest and 302.2 to 306.8 t C/ha or 1,109.2 to 1,125.9 t CO2/ha in Aek game-game forest. More of carbon stock (>46% for Aek Silemes forest and >58% for Aek game-game forest) saved within dbh of trees 50 cm and above. Therefore, sustainable management of forest ecosystem is very important to reduce CO2 emission from deforestation and forest degradation and to improve the function of forest ecology and economy.

Keywords: aboveground biomass, carbon stock, CO2, primary tropical rain forest, Batang Toru-North Sumatra

Artikel ini diterbitkan pada jurnal terakreditasi nasional (LIPI): Jurnal Biologi Indonesia (JBI) Volume V Nomor 2,  Desember 2008 

Read Full Post »

Kerugian dari Kerusakan Mangrove Capai Rp 42,585 Triliun
/
Kamis, 28 Agustus 2008 | 21:38 WIB
KUBU RAYA, KAMIS – Sekretaris Program Lembaga Pengkajian dan Pengembangan (LPP) Mangrove Indonesia Ahmad Faisal Siregar menyayangkan adanya izin usaha tambak yang diterbitkan di areal hutan lindung mangrove. Ia mengungkapkan, kerusakan hutan lindung mangrove di Kabupaten Kubu Raya yang terpantau melalui citra satelit tahun 2007 mencapai 1.700 hektar.Kerusakan hutan lindung mangrove karena pembukaan usaha tambak itu mulai marak dalam kurun waktu 2002-2003. “Total nilai ekonomi yang disediakan hutan lindung mangrove di sana, termasuk nilai vegetasi dan kemampuannya menyerap karbon, diperkirakan mencapai Rp 50 juta per hektar,” katanya.

Dengan perhitungan tersebut, maka kerugian negara akibat kerusakan 1.700 hektar hutan lindung mangrove itu mencapai Rp 85 miliar. Kerugian itu belum memperhitungkan kerusakan struktur tanah dan biaya yang harus dikeluarkan untuk merehabilitasi hutan lindung mangrove yang rusak.

Faisal memberikan gambaran, untuk merehabilitasi hutan mangrove di Jakarta yang digunakan untuk areal tambak dengan luas 1×4 meter sedalam 1,5 meter, dibutuhkan biaya Rp 10 juta. Dengan perhitungan tambak yang dibuka di areal hutan lindung mangrove di Kabupaten Kubu Raya sekitar 1.700 hektar, maka untuk merehabilitasinya dibutuhkan biaya sekitar Rp 42,5 triliun.

Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/28/21382083/kerugian.dari.kerusakan.mangrove.capai.rp.42585.triliun

Read Full Post »

Ikan Patin Raksasa Gemparkan Palembang

Sriwijaya Post/Zaini
Ikan patin raksasa di lapak pedagang pasar Cinde Palembang

Sabtu, 1 November 2008 | 13:42 WIB

134217p
PALEMBANG – Seekor ikan patin (Pangasius hypothalmus) raksasa seberat 43 kg dengan panjang sekitar 1,3 meter berhasil ditangkap nelayan di Sungai Musi. Patin yang umurnya diperkirakan sekitar delapan tahun itu dijual pedagang ikan di Pasar Cinde seharga Rp 2,3 juta.

 

Ukuran ikan itu memang ekstrabesar, hampir sama tinggi dengan anak usia lima tahun. Lebar tubuh mencapai 40 cm. Perutnya mengelembung berisi telur sekitar 3 kg. Warnanya putih dan belang hitam di bagian punggung, terasa kenyal saat dipegang.

Dapat dibayangkan, untuk seokor patin ukuran 1 kg biasanya habis oleh tiga orang sekali makan. Berarti, ikan raksasa ini cukup untuk lauk makan 130 orang.

Ikan tersebut tergolek di atas lapak milik Heri (43) dan adiknya, Fendi (40), pedagang ikan di Pasar Cinde, Jumat (31/10). Namun, karena tidak ada yang sanggup membelinya, dimasukkan ke dalam kardus ukuran televisi 21 inch berisi bongkahan batu es. Keduanya kesulitan mengangkatnya.

Menurut Heri, selama lebih dari 20 tahun berdagang ikan di Pasar Cinde, baru kali ini ia mendapat ikan patin sungai seberat 43 kilogram. Ia mendapatkannya dari Yanto, seorang pengumpul ikan dari nelayan di kawasan Sungai Lais, sekitar pukul 08.00.

Ikan patin itu masih hidup saat dibawa ke pasar. Awalnya Yanto menawarkannya kepada Zairul, pedagang ikan lainnya. Namun, Zairul tidak sanggup membelinya karena Yanto menetapkan harga Rp 40.000 per kg atau sekitar Rp 1,6 juta.

“Kalau patin 30 kg itu biasa, kadang dapat kita. Namun, kalau sebesar anak SMP seperti ini baru luar biasa,” kata Heri. Kehadiran ikan raksasa di lapak dua bersaudara ini sempat mengundang perhatian warga, bahkan sesama pedagang ikan pun sempat dibuat takjub. Memang ikan sebesar ini merupakan pemandangan yang tidak lazim.

“Ikan sebesar ini bukan dimakan buaya, tapi dia yang makan buaya,” kata seorang pria yang mengamati patin itu dari dekat. Sumiati (47), seorang pegawai yang belanja ikan di Cinde mengaku kaget melihat ikan itu. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat ikan patin sebesar itu. “Tidak kuat mengambilnya, apalagi makannya. Mungkin untuk sedekahan makan 100 orang, ikan itu dak bakal habis,” katanya.

Banyak warga yang mengambil gambar ikan raksasa itu menggunakan ponsel. Ada juga yang penasaran dan memencet tubuh ikan itu. Beberapa warga tertarik dan menanyakan harganya, tetapi urung karena Heri menyebut Rp 55.000 per kg.

Heri menolak ikan itu dipotong-potong. Karena kemarin tidak ada yang sanggup membelinya, ikan itu akan dijual ke Pekanbaru. “Kami bakal dapat untung besar karena harga ikan ini bisa sampai Rp 55.000 per kilo,” ujar Heri.

Menurut dia, semakin besar ukuran ikan patin sungai, akan semakin mahal pula harganya. Harga ikan patin liar di bawah 5 kg dipatok Rp 40.000, tetapi kalau lebih, akan mencapai Rp 50.000- Rp 55.000 per kilo. Ikan patin sungai juga lebih mahal dari ikan patin tambak yang harganya berkisar Rp 30.000 per kilo.

Heri dan Fendi mengakui, meski tidak ada yang sanggup membelinya, ikan itu mendatangkan keuntungan lain. Sejak pagi ikan yang dipajang itu seperti menarik pembeli untuk singgah dan membeli ikan jenis lain di lapaknya.

Dihubungi terpisah, Yanto, pengumpul ikan yang menjual patin itu kepada Heri, mengatakan, patin raksasa seperti itu tergolong langka. Umurnya diperkirakan sekitar 7 atau 8 tahun. “Biasanya dagingnya lebih gurih dan gemuk. Cobalah kamu pasti merasakan bedanya, enak,” katanya. (Aang/Wira)

Foto: Sriwijaya Post/Zaini: Ikan patin raksasa di lapak pedagang pasar Cinde Palembang

 Sumber:  http://kompas.co.id/read/xml/2008/11/01/13425244/ikan.patin.raksasa.gemparkan.palembang

Read Full Post »

Nilai Praktikum Dendrologi

Berdasarkan hasil penilaian akhir, sebagian besar (100 orang dari 105 orang) peserta praktikum Dendrologi pada Semester Ganjil T.A. 2008/2009 dinyatakan lulus. Hanya 5 orang yang tidak lulus, yang terdiri dari 4 orang mendapat nilai D dan 1 orang mendapat nilai E. Seluruh mahasiswa yang tidak lulus berasal dari program studi Teknologi Hasil Hutan. Hal ini menggambarkan pelaksanaan dan kesungguhan mengikuti praktikum. Kelas THH pernah tidak dizinkan untuk mengikuti praktikum karena melanggar kontrak praktikum, namun setelah berjanji untuk tidak mengulangi maka diberi kesempatan untuk melanjutkan praktikum.

Selamat kepada Nurul Diana (BDH 071202017) atas capaiannya mendapat nilai A, dan satu-satunya nilai A pada angkatan ini. Kepada yang belum lulus, jangan berputus asa. Jadikan hasil sekarang sebagai cambuk untuk belajar lebih giat di waktu mendatang.

Nilai lengkap silahkan dilihat di pengumuman bagian pendidikan.

Read Full Post »

Kegiatan penanaman mangrove oleh mahasiswa kehutanan USU di Pulau Sembilan, Langkat pada 30 November 2008 lalu dipublikasikan di detik.com (http://foto.detik.com/readfoto/2008/12/16/094733/1054231/464/1/menyelamatkan-hutan-mangrove)

Semoga bermanfaat. All comment are most welcome.

Wassalam

Read Full Post »

Buku ini diterbitkan oleh Wetland International – Indonesia Programme (WIIP). Selain memuat lembar pengenalan flora mangrove Indonesia, buku ini juga mencakup ekologi dan manfaat mangrove, status mangrove Indonesia dan beberapa petunjuk studi mangrove bagi pemula.

Link: http://www-personal.umich.edu/~thoumi/Research/Carbon/Forests/Forests,%20Wetlands%20International/Panduan%20Pengenalan%20Mangrove%20(2006).pdf

 

Read Full Post »

Older Posts »